Hal tersebut disampaikan Gubernur Pramono saat menghadiri Hajatan Warga Kampoeng Tanah Harapan dan pertunjukan wayang kulit bertajuk Pandawa Timbang yang diselenggarakan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB), Selasa (27/10).
Gubernur Pramono mengapresiasi perjuangan panjang warga dalam membangun dan menata kawasan tersebut. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta terus menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat agar pembenahan kampung berjalan secara menyeluruh dan memberikan manfaat nyata.
Dari 34 agenda perbaikan dan penyempurnaan yang telah diinventarisasi, sebanyak 18 telah diselesaikan, sedangkan 16 lainnya masih dalam proses. Gubernur Pramono meminta jajaran pemerintah terkait memastikan seluruh agenda tersebut ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
“Dari 34 hal yang kemarin kita daftar untuk dilakukan perbaikan dan penyempurnaan, sekarang sudah selesai 18, sementara 16 lainnya masih dalam proses. Saya meminta wali kota dan asisten pemerintahan untuk menyelesaikan sekaligus mengawasinya,” tegasnya.
Kampung Tanah Harapan sebelumnya dikenal sebagai Kampoeng Tanah Merah. Perubahan nama sekaligus penataan kawasan tersebut disetujui melalui Keputusan Gubernur Nomor 973 Tahun 2025 pada 29 Oktober 2025, sebagai bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta memastikan kemajuan kota dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono juga meminta jajaran terkait mengkaji aspirasi warga mengenai Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Ia menegaskan, setiap keputusan harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan tetap sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Seiring meningkatnya konektivitas kawasan, termasuk melalui layanan LRT Jakarta lintas Kelapa Gading–Manggarai, Gubernur Pramono mengingatkan warga agar menjaga hak dan aset yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.
“Tempat ini sekarang menjadi kawasan yang strategis. Apa yang sudah dimiliki oleh warga harus dijaga dengan baik. Jangan sampai setelah melalui perjuangan panjang, kemudian hak tersebut justru hilang atau berpindah tangan,” ujarnya.
Selain penataan kawasan, Gubernur Pramono menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan warga Kampung Tanah Harapan. Ia meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta memastikan masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat mengakses program bantuan pendidikan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Gubernur Pramono mengaku gembira mendengar adanya anak warga Kampung Tanah Harapan yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui dukungan KJMU. Ia berharap semakin banyak generasi muda di kawasan tersebut memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi, bahkan melanjutkan studi ke luar negeri melalui program beasiswa yang tersedia.
“Anak-anak di tempat ini mudah-mudahan menjadi anak-anak yang membanggakan bagi orang tua. Masa depan Bapak dan Ibu bukan lagi hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada anak-anak,” tuturnya.
Gubernur Pramono juga menyoroti pentingnya pemerataan bantuan bagi rumah ibadah. Ia meminta jajaran terkait memeriksa aspirasi warga mengenai fasilitas keagamaan yang belum memperoleh dukungan pemerintah.
Menurutnya, setiap masyarakat harus memiliki kesempatan yang adil untuk mengakses bantuan sesuai ketentuan, tanpa membedakan latar belakang agama.
“Pemerintah mempunyai tugas memberikan rasa keadilan bagi siapa pun untuk bisa memanfaatkan bantuan,” tegasnya.
Hajatan warga yang mengusung tema Guyub Rukun Mbangun Kampoeng, Nguri-uri Kabudayan tersebut turut dimeriahkan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Kegiatan ini menjadi ruang mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan warga, sekaligus melestarikan budaya Indonesia menjelang usia lima abad Jakarta pada 2027.














