Ia mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah. Namun, ia menegaskan rekor itu bukan tujuan akhir, melainkan pemicu untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah rumah tangga.
“Konsistensi dan kolaborasi adalah kunci. Jika seluruh elemen masyarakat terus bergerak bersama, saya optimistis pengelolaan sampah di Jakarta akan semakin baik dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan,” tandasnya.
Menurut Gubernur Pramono, JEFF 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat menjaga lingkungan. Ia menegaskan, upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global harus berjalan seiring dengan perubahan perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
“Perubahan besar lahir dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, saya mengajak seluruh warga Jakarta menjadikan memilah sampah sebagai budaya baru menuju kota yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tuturnya.
“Pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam pengendalian pencemaran udara. Dengan informasi yang lebih akurat dan mudah diakses, pemerintah dan masyarakat dapat mengambil langkah yang lebih cepat dan tepat menghadapi perubahan kualitas udara,” jelasnya.
Gubernur Pramono juga meresmikan Waste Station atau Bank Sampah Balai Kota sebagai wujud komitmen bahwa perubahan pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan pemerintahan. Menurutnya, pemerintah harus memberi contoh agar budaya memilah sampah semakin luas diterapkan masyarakat.
“Saya berharap langkah ini menginspirasi institusi, perkantoran, dan kawasan permukiman untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar manfaat yang dirasakan bersama,” urainya.
Menjelang peringatan lima abad Jakarta pada 2027, Gubernur Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat berbagai program pengelolaan lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor. Ia optimistis keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang bersih, sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
“Mari jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya bersama. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi warisan terbaik bagi generasi Jakarta di masa depan,” pungkasnya.













