SemestaPost, Jatim – Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Sumatra Utara yang digelar di Kota Medan, Selasa (29/9/2026), mencatat total nilai transaksi mencapai Rp2,843 triliun. Capaian tersebut terdiri dari transaksi penjualan produk Jawa Timur sebesar Rp2,721 triliun dan pembelian produk Sumatra Utara senilai Rp121,592 miliar.
Menurut data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Misi dagang tersebut mempertemukan 51 pelaku usaha Jawa Timur dengan 113 pelaku usaha Sumatra Utara, sebagai bagian dari upaya memperluas pasar produk unggulan sekaligus memperkuat jejaring perdagangan antardaerah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya membangun kerja sama ekonomi yang saling menguatkan antardaerah.
“Kita harus tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama, dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Bukan hanya antara Sumatra Utara dan Jawa Timur, tapi penguatan seluruh area yang ada di NKRI,” kata Khofifah.
Melalui misi dagang, Pemprov Jatim terus mendorong perluasan akses pasar bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat konektivitas perdagangan antardaerah sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional.
Kegiatan ini menjadi Misi Dagang ke-8 sepanjang 2026 dan ke-56 selama kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa periode 2019–2026. Beragam produk Jawa Timur diperdagangkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari olahan daging unggas, susu, telur, ayam, kambing dan domba.
Kemudian gula aren dan gula kelapa cair, produk fashion, olahan hasil perikanan, benih hortikultura dan tanaman pangan, pupuk NPK dan dolomit, beras premium, gula kristal, benih jagung, kopi, tepung mocaf, sepatu kulit, multiplek/plywood, garam hingga pakan ikan. Sementara produk Sumatra Utara yang dibeli pelaku usaha Jawa Timur antara lain wortel, jeruk, kepiting pasteurisasi, kopi, arang batok kelapa dan cocofeat, serta kopi luwak.
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Afif Nasution, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan misi dagang tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat bagi pelaku usaha sekaligus menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah dalam memperkuat perdagangan dan potensi ekonomi daerah.
“Misi dagang ini membawa kebaikan kepada para pelaku usaha dan pembelajaran kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Utara. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa lebih kita masifkan lagi untuk memperkenalkan produk-produk dan potensi yang ada di Sumatra Utara,” pungkas Bobby.











