Gubernur DKI Pramono Tekankan Lima Kunci Keberlanjutan Bisnis Pembangunan Jaya

SemestaPost, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan lima kunci keberlanjutan bisnis PT Pembangunan Jaya agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan bertahan hingga usia 100 tahun, bahkan lebih. Kelima kunci tersebut meliputi adaptasi teknologi, penguatan rasa memiliki dan akuntabilitas, tata kelola serta disiplin keuangan, inovasi bisnis, dan regenerasi kepemimpinan.

“Perubahan zaman menuntut perusahaan untuk terus menyesuaikan standar kinerja, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Standar kerja saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Karena itu, perusahaan perlu membuka diri terhadap perkembangan teknologi dan kemampuan generasi muda untuk meningkatkan efektivitas serta produktivitas kerja,” ujarnya saat memberikan arahan kepada jajaran komisaris dan direksi Pembangunan Jaya Group di Balai Kota Jakarta, Kamis (22/10). Kegiatan ini turut dihadiri mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso dan Fauzi Bowo, serta sejumlah pejabat dan jajaran direksi Pembangunan Jaya.

Selain adaptasi teknologi, Gubernur Pramono menekankan pentingnya menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) dan akuntabilitas sebagai bagian dari budaya kerja. Setiap insan perusahaan perlu bertanggung jawab atas pekerjaannya sekaligus menjaga nilai-nilai yang telah membentuk karakter Pembangunan Jaya.

Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dan disiplin keuangan. Setiap kewenangan harus dijalankan secara tepat, transparan, dan bertanggung jawab untuk mencegah penyalahgunaan, terutama dalam pengelolaan keuangan.

Di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis, perusahaan juga dituntut mampu membaca perubahan pasar dan menangkap peluang baru. Inovasi harus terus dikembangkan agar perusahaan tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi faktor penting agar Pembangunan Jaya tetap relevan di tengah perubahan lingkungan bisnis dan persaingan yang semakin dinamis,” tuturnya.

Kunci berikutnya adalah regenerasi kepemimpinan. Menurut Gubernur Pramono, perusahaan perlu menyiapkan pemimpin penerus secara terencana dan tepat waktu agar kesinambungan usaha tetap terjaga tanpa kehilangan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri.
Ketergantungan berlebihan pada figur pendiri berisiko melemahkan etos kerja ketika perusahaan memasuki generasi berikutnya.

Risiko tersebut dapat semakin besar jika proses regenerasi tidak dipersiapkan sejak dini.
Karena itu, regenerasi perlu berjalan beriringan dengan penguatan profesionalisme dan inovasi. Nilai-nilai yang diwariskan para pendiri harus tetap dijaga, sementara pengelolaan perusahaan perlu terus berkembang mengikuti tuntutan zaman.

“Saya berharap Pembangunan Jaya tidak terlambat dalam melakukan regenerasi kepemimpinan,” tandasnya.

Gubernur Pramono juga mengapresiasi etos kerja, posisi bisnis, serta berbagai pembenahan yang telah dilakukan Pembangunan Jaya. Ia menyebut kemampuan perusahaan untuk bertahan dan berkembang tidak hanya ditentukan oleh keterlibatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tetapi juga oleh inovasi yang tumbuh dari dalam perusahaan.

Ia berharap Pembangunan Jaya konsisten menjaga nilai-nilai perusahaan sekaligus memperkuat inovasi, tata kelola, dan kesiapan menghadapi pergantian kepemimpinan. Dengan fondasi tersebut, Pembangunan Jaya diharapkan tidak sekadar mampu bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga terus tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *