
Sebanyak 25 anggota DKJ ditetapkan melalui Surat Keputusan Akademi Jakarta Nomor 2 Tahun 2026. Mereka terbagi dalam enam komite, yakni Film, Teater, Musik, Seni Rupa, Sastra, dan Tari.
Komite Film:
Dewi Rachmy Kurniaty
Gelar Agryano Soemantry
Rumana Yunus Yamanie
Sigit Pradityo Soetjipto
Umi Lestari
Komite Teater:
Akbar Yumni
Aulia Detha Amalia
Enny Yulyanti
Yustiansyah Lesmana
Komite Musik:
Amar Aprizal
Ignatius Aditya
Mellody Arben
Muhammad Taufik
Komite Seni Rupa:
Berto Tukan
Daniella Fiitria Praptono
Hilmi Faiq
Luthfan Nur Rochman
M. Ady Nugeraha.
Komite Sastra:
Dhianita Kusuma Pertiwi
Esha Tegar Putra
Martin Suryajaya
Komite Tari:
Conni Retno Kusumawati,
Densiel Prisma Y. Lebang
Kennya Rizki Rinonce
Siti Alisa Anjelira Fariz
Menurut Gubernur Pramono, kekuatan seni dan budaya menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan daya saing Jakarta. Saat ini, Jakarta menempati peringkat ke-71 dari 156 kota global dan menargetkan masuk dalam 50 besar pada 2030.
“Untuk menjadi top fifty, salah satu syarat pentingnya adalah ruang kesenian dan kebudayaan yang kuat. Karena itu, hubungan antara birokrasi, seniman, budayawan, dan pelaku ekonomi kreatif harus terus diperkuat,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta telah memperluas pemanfaatan ruang publik untuk aktivitas seni dan budaya, antara lain melalui pembukaan sejumlah taman selama 24 jam, perpanjangan operasional perpustakaan hingga pukul 23.00 WIB, serta museum hingga pukul 22.00 WIB.
Ruang-ruang kota juga dihidupkan melalui berbagai kegiatan lintas budaya dan agama, seperti Christmas Carol, perayaan Paskah, Imlek, Waisak, serta pawai ogoh-ogoh saat Nyepi. Kebijakan tersebut membuka lebih banyak ruang interaksi, kreativitas, dan ekspresi bagi warga maupun pelaku seni.
Gubernur Pramono menitipkan tiga agenda kepada DKJ periode 2026–2029. Pertama, membangun ekosistem kesenian yang inklusif dan terbuka. Kedua, memperkuat seni dan budaya sebagai identitas serta city branding Jakarta. Ketiga, memperluas kolaborasi antara DKJ, pemerintah, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif.
Ketua Akademi Jakarta, Seno Gumira Ajidarma, berharap DKJ dapat menghadirkan ruang alternatif yang mendorong kebebasan berekspresi dan pemikiran kritis melalui kesenian.
“Di tengah kondisi dunia yang penuh tantangan, kami berharap Dewan Kesenian Jakarta dapat menjadikan kesenian sebagai ruang yang menghadirkan kemerdekaan, kebebasan berekspresi, dan pemikiran yang mencerahkan,” ujar Seno.













