“Jakarta bukan sekadar kota yang menghasilkan musisi-musisi berbakat, melainkan juga pasar musik yang dinamis dengan audiens yang antusias serta apresiasi publik yang kuat terhadap karya kreatif,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat membuka kegiatan tersebut.
Pemprov DKI, lanjutnya, akan terus memperluas ruang bagi komunitas dan pelaku industri kreatif melalui kegiatan seni, budaya, musik, dan perfilman. Penguatan sektor tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperluas panggung bagi talenta lokal, tetapi juga membuka jejaring industri dan menciptakan dampak ekonomi bagi kota.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya dengan menciptakan peluang serta ruang bagi komunitas kreatif untuk terus berkembang. Hal ini dilakukan di berbagai sektor kreatif, termasuk musik dan perfilman,” ungkapnya.
Ke depan, Pemprov DKI mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, komunitas, dan praktisi kreatif agar Jakarta semakin kompetitif sebagai pusat ekonomi kreatif.
“Bersama-sama, kita dapat membangun ekosistem musik yang inklusif, inovatif, dan kompetitif, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang bagi talenta lokal untuk menampilkan musik Indonesia di kancah dunia,” tandas Wagub Rano.














