“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dengan Perumda Pasar Jaya yang konkret dalam rangka mendukung UMKM dan ekonomi kerakyatan. Pasar Induk ini memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha, sehingga kebutuhan pembiayaan juga pasti besar,” kata Wagub Rano.
Wagub Rano menekankan agar perluasan akses modal dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan, sehingga pembiayaan dapat benar-benar mendorong usaha tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
“Kadang-kadang kita pintar meminjam, tetapi membayarnya suka lupa. Itulah makanya harus ada literasi. Kita memberikan edukasi kepada masyarakat. Pihak bank dan pedagang harus saling membantu dalam manajemen usaha agar lebih berkembang,” ujarnya.
“Saya juga berharap BUMD Jakarta terus melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat beserta pelaku usaha. Bank Jakarta dan Perumda Pasar Jaya harus terus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi Jakarta, meningkatkan daya saing kota serta mendukung akselerasi pembangunan menuju lima abad Jakarta,” terang Wagub Rano.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, mengatakan hingga Juni 2026 pembiayaan kepada pedagang pasar di seluruh Jakarta mencapai outstanding sekitar Rp326 miliar kepada 2.388 debitur. Khusus Pasar Induk Kramat Jati, penyaluran kredit telah mencapai sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang sebelum akad massal hari ini.
“Keberhasilan program ini bukan diukur dari seberapa kredit yang kami salurkan. Keberhasilan yang sesungguhnya, ketika pembiayaan tersebut membuat usaha pedagang berkembang, omzet bertambah dan lapangan kerja tercipta dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas,” katanya.
Agus menambahkan, Bank Jakarta tidak hanya menyediakan akses kredit, tetapi juga mendorong layanan perbankan, transaksi digital, dan pengelolaan keuangan yang lebih baik bagi pedagang.
“Jadi, yang kita bangun bukan sekadar akses kredit, tetapi ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan,” jelasnya














