Menag Minta Alumni IAIN Ternate Adaptif dan Ambil Peran di Masyarakat

SemestaPost, Ternate (Kemenag) – Gelar sarjana menjadi awal bagi 523 lulusan IAIN Ternate untuk mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar berpesan agar para alumni melengkapi bekal akademiknya dengan keterampilan, kemampuan yang beragam, serta pemikiran adaptif.

“Sebagai sarjana baru, kalian harus membekali diri dengan keterampilan, skill, multitalent, dan pemikiran yang adaptif di era saat ini,” ujar Menag secara daring melalui Zoom di hadapan para wisudawan dan wisudawati IAIN Ternate, Minggu (6/9/2026).

Menag berharap alumni IAIN Ternate mampu memegang peran penting di tengah masyarakat. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi, menurutnya, perlu diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

“Kampus bukan menara gading, melainkan instrumen perjuangan untuk membela hak-hak masyarakat. Saya berterima kasih kepada mahasiswa dan alumni yang telah memberikan contoh yang baik,” tuturnya.

Menag juga mengingatkan pentingnya menjaga kehidupan yang damai dan rukun. Ia menyinggung konflik yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia dan dampaknya terhadap perkembangan masyarakat.

Menurut Nasaruddin, masyarakat yang hidup dalam suasana damai memiliki ruang lebih luas untuk melahirkan akademisi, ilmuwan, dan generasi yang produktif. “Jika masyarakatnya tenang, damai, dan rukun seperti di Indonesia, maka yang akan lahir adalah profesor, ilmuwan sejati, dan orang-orang yang arif,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap semakin banyak masyarakat Ternate yang memperoleh pendidikan tinggi dan mampu mengembangkan potensinya. Menag juga melihat kawasan Indonesia Timur, termasuk Maluku Utara, memiliki posisi yang semakin strategis.

“Dunia saat ini sedang berpaling ke Indonesia Bagian Timur, termasuk Provinsi Maluku Utara. Kekayaan alam yang melimpah serta wilayah kepulauan yang strategis menjadikan kawasan ini sangat penting di masa depan—baik untuk pariwisata, pusat perdagangan, maupun pusat peradaban,” katanya.

Nasaruddin pun mengapresiasi keterbukaan masyarakat Maluku Utara dalam hidup berdampingan di tengah perbedaan latar belakang.

“Toleransi dan kebesaran hati masyarakat di sini sangat luar biasa dalam menerima keberagaman tanpa membeda-bedakan etnis, suku, maupun agama. Inilah gambaran Indonesia yang sejati,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *