Ia mencontohkan perkembangan kawasan Blok M yang kini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi kreatif di Jakarta. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dapat menghidupkan kawasan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Untuk itu, Wagub Rano mendorong Gekrafs turut menggali dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Jakarta, mulai dari seni, budaya, kuliner, hingga produk-produk khas Jakarta. Menurutnya, penguatan literasi dan basis data menjadi penting agar potensi ekonomi kreatif di setiap wilayah dapat dipetakan dan dikembangkan secara tepat.
Selain memperkuat pasar domestik, Wagub Rano menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta juga terus membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas pasar ke tingkat internasional. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui keikutsertaan dalam pameran dagang di Mumbai dan New Delhi, India, serta rencana pengembangan pasar di Vietnam dan Brunei Darussalam.
“Yang menjadi kekuatan Jakarta adalah pada ekonomi kreatif. Untuk itu, mari kita konsentrasi mengembangkan ekosistem serta industri ekonomi kreatif di Jakarta,” terangnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jakarta juga terus menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,52 persen dan berkontribusi 16,15 persen terhadap perekonomian nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Rano mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh pengurus DPW Gekrafs DKI Jakarta. Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dalam mengembangkan ekosistem dan industri ekonomi kreatif di seluruh wilayah Jakarta.
“Selamat bertugas kepada seluruh pengurus DPW Gekrafs DKI Jakarta. Semoga dapat mengembangkan ekosistem dan industri ekonomi kreatif di Jakarta,” pungkasnya













