Saat ini, Jakarta dihuni sekitar 1,16 juta lansia atau 10,6 persen dari total populasi. Menurut Gubernur Pramono, besarnya jumlah penduduk lansia harus menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan kota. Pembangunan tidak cukup hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga harus memastikan warga senior memperoleh perlindungan, akses layanan, dan ruang untuk berinteraksi.
Di bidang perlindungan sosial, Pemprov DKI Jakarta menyalurkan Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Hingga Juni 2026, program tersebut telah dimanfaatkan oleh 168.497 lansia. Gubernur Pramono memastikan bantuan diprioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Pendaftaran KLJ tetap dibuka, sedangkan lansia dari keluarga mampu diharapkan memperoleh dukungan dari keluarganya.
“Beberapa lansia yang keluarganya mampu tentunya, mohon maaf, belum bisa mendapatkan Kartu Lansia. Namun, yang membutuhkan akan kami prioritaskan,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan layanan kesehatan melalui Posyandu Lansia, Poli Lansia Terpadu, serta layanan kunjungan ke rumah oleh Pasukan Putih bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas. Gubernur Pramono mengajak para lansia memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah tersedia.
“Yang paling penting bagi lansia adalah merasa tetap produktif, bahagia, happy, dan yang utama adalah tetap mendapatkan rasa kasih sayang dari keluarga,” tambah Gubernur Pramono.
Kemudahan mobilitas melalui transportasi publik dan akses ke sejumlah destinasi wisata juga menjadi bagian dari kebijakan ramah lansia. Dukungan tersebut diharapkan membuat warga senior tetap aktif dan terhubung dengan kehidupan kota.
Menjelang usia lima abad, Gubernur Pramono menilai Jakarta harus tumbuh menjadi kota yang dapat dinikmati seluruh kelompok usia. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, keluarga, FKLU, komunitas, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
“Menjelang usia lima abad, Jakarta harus menjadi kota global yang ramah bagi semua generasi. Karena itu, kolaborasi pemerintah, keluarga, FKLU, komunitas, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus terus diperkuat agar para lansia dapat hidup sehat, aktif, mandiri, berdaya, dan bermartabat,” tegasnya.
“Kata kuncinya adalah lansia di Jakarta merasa memiliki harapan. Seseorang yang punya harapan biasanya lebih semangat untuk hidup,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua FKLU Provinsi DKI Jakarta, Maria Ulfani, mengapresiasi pendampingan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta, terutama bagi lansia yang mengalami kendala dalam mengakses layanan berbasis digital.














