Program PKM telah berjalan sejak 1993 dan memasuki angkatan ke-33 pada 2026. Program ini dirancang untuk melahirkan mubalig dan mubaligah yang memiliki pemahaman agama yang kuat, kemampuan komunikasi dakwah yang baik, serta kepekaan terhadap persoalan sosial.
Menurut Gubernur Pramono, Jakarta membutuhkan dakwah yang menyejukkan, moderat, dan relevan dengan tantangan masyarakat perkotaan. Karena itu, para mubalig dan mubaligah diharapkan turut menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman warga.”Peran mubalig tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebajikan, persatuan, toleransi, serta kohesi sosial di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk,” ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta akan terus bersinergi dengan Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta dalam membina kehidupan mental dan spiritual masyarakat. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.














