Dharma Wanita Persatuan DKI Jakarta Kukuhkan Ibu SAPA Guna Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

SemestaPost, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi DKI Jakarta mengukuhkan Ibu Sahabat Perempuan dan Anak (Ibu SAPA) untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak di lingkungan keluarga dan masyarakat. Program ini diharapkan membantu korban kekerasan mendapatkan dukungan dan terhubung dengan layanan penanganan yang tepat.

Penasihat DWP Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, kehadiran Ibu SAPA penting untuk membangun lingkungan yang aman dan mendukung bagi perempuan dan anak.

“Saya berharap Ibu SAPA dapat menjadi sahabat yang mau mendengarkan, menjaga kepercayaan dan privasi, serta membantu perempuan dan anak yang membutuhkan pertolongan agar terhubung dengan layanan yang tepat,” ujarnya dalam Pertemuan Rutin dan Pengukuhan Ibu SAPA DWP Provinsi DKI Jakarta di Aula Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).

Hani mengatakan, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan yang perlu ditangani bersama. Kekerasan dapat terjadi di rumah, ruang publik, maupun lingkungan sekitar yang seharusnya memberikan rasa aman.
Namun, tidak semua korban berani menceritakan pengalaman mereka karena takut, malu, khawatir tidak dipercaya, atau tidak mengetahui tempat untuk mencari pertolongan.

Ibu SAPA diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan bagi korban. Peran ini diwujudkan dengan mendengarkan korban, menjaga kerahasiaan, dan membantu mereka mengakses layanan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Ketua DWP Provinsi DKI Jakarta, Lisniawati Uus Kuswanto, menjelaskan Ibu SAPA merupakan perwakilan DWP dari perangkat daerah serta kota dan kabupaten administrasi. Para kader disiapkan untuk berperan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak.

Dalam laporannya, Lisniawati menyampaikan, program Ibu SAPA mencakup komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai kekerasan, serta asesmen awal dan rujukan untuk kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Sebelum dikukuhkan, para kader telah mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis selama sekitar dua hari. Pembekalan ini diharapkan meningkatkan kesiapan mereka dalam menjalankan tugas secara tepat dan bertanggung jawab.

Lisniawati menegaskan, Ibu SAPA tidak bertugas menangani seluruh kasus kekerasan secara mandiri. Para kader berperan sebagai penghubung agar korban memperoleh konsultasi dan penanganan dari tenaga profesional melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta.

Ia menyebut sinergi antara DWP DKI Jakarta, Dinas PPAPP, dan berbagai pihak terkait diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program. Pembekalan dan pendampingan secara berkala juga penting agar para kader semakin siap menjalankan perannya.

“Semoga kehadiran Ibu SAPA dari DWP DKI Jakarta dapat membantu mewujudkan Jakarta sebagai kota layak anak dan kota yang ramah bagi perempuan,” tuturnya.

Lisniawati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus DWP Provinsi DKI Jakarta, khususnya sekretariat dan bidang terkait, serta berterima kasih kepada Dinas PPAPP atas sinergi dalam pembentukan Ibu SAPA di lingkungan DWP Provinsi DKI Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *