SemestaPost, Bali – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengukuhkan 638 lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali dalam wisuda yang berlangsung Kamis (22/10/2026), sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing global untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang.
Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Widiyanti menyampaikan selamat dan apresiasi kepada para wisudawan, orang tua, serta seluruh sivitas akademika Poltekpar Bali atas ketekunan dan kerja keras mereka.
Momentum wisuda tahun ini semakin istimewa karena untuk pertama kalinya Poltekpar Bali meluluskan enam peserta Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Program Studi Pengelolaan Perhotelan. Program ini memberikan pengakuan terhadap pengalaman kerja profesional yang dikonversi menjadi kredit akademik.
“Hari ini adalah hari yang membanggakan bagi 638 wisudawan dan wisudawati Politeknik Pariwisata Bali. Saudara sekalian memasuki dunia profesional pada saat pariwisata Indonesia terus berkembang, semakin berkualitas, dan semakin diakui dunia,” kata Menteri Pariwisata.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pariwisata menyoroti lima capaian utama yang menjadi landasan optimisme terhadap perkembangan pariwisata Indonesia.
1. Pariwisata yang Tangguh
Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2025 mencapai 15,39 juta, tumbuh 10,80 persen, sedangkan wisatawan nusantara (wisnus) mencatatkan 1,2 miliar perjalanan, meningkat 17,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tren positif berlanjut pada Januari–Agustus 2026 dengan 10,58 juta kunjungan wisman, tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah tekanan geopolitik global, pertumbuhan tersebut menempatkan Indonesia pada posisi kedua terkuat di antara lima ekonomi terbesar Asia Tenggara.
2. Pariwisata yang Berkualitas
Pertumbuhan kunjungan wisatawan turut diikuti peningkatan pengeluaran selama berwisata di Indonesia. Pada semester I 2026, rata rata pengeluaran wisman meningkat 6,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut berkontribusi terhadap penerimaan devisa negara. Pada 2025, devisa pariwisata mencapai 18,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp305,47 triliun, sedangkan pada semester I 2026 tercatat 8,43 miliar dolar AS atau sekitar Rp140,95 triliun.
“Capaian ini menunjukkan bahwa pariwisata semakin mampu menciptakan nilai ekonomi dari setiap kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang bagi industri perhotelan, gastronomi, transportasi, ekonomi kreatif, dan usaha masyarakat di destinasi,” kata Menteri Pariwisata.
3. Investasi Pariwisata Tumbuh dan Membuka Lapangan Kerja
Menteri Pariwisata mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 rata-rata berada di atas 5 persen, dengan sektor pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Pada 2025, kontribusi pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 4,78 persen atau Rp1.138,90 triliun. Sementara pada semester I 2026, kontribusinya berada pada kisaran 4,02 hingga 4,90 persen terhadap PDB nasional.
Kepercayaan investor juga terus meningkat. Realisasi investasi pariwisata pada 2025 tumbuh 56,05 persen menjadi Rp73,56 triliun. Pertumbuhan berlanjut pada semester I 2026 dengan realisasi Rp39,68 triliun, meningkat 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan investasi membuka lebih banyak kesempatan kerja. Sektor pariwisata menyerap 25,91 juta tenaga kerja pada 2025, menjadikannya sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar ketiga di Indonesia.

4. Event by Indonesia Menggerakkan Ekonomi
Sepanjang 2025 hingga September 2026, Kementerian Pariwisata telah mendukung 377 kegiatan (event).
Dari 354 kegiatan yang dikaji, tercatat 23,91 juta pengunjung, keterlibatan 255.646 tenaga kerja, 247.455 pelaku seni, 11.558 komunitas, dan 43.493 UMKM, dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Rp45,9 triliun.
5.Pariwisata Semakin Kompetitif dan Mendunia
Indonesia berhasil meningkatkan posisinya dari peringkat kelima pada 2025 menjadi peringkat kedua dunia dalam Global Muslim Travel Index 2026, dengan skor tertinggi sepanjang keikutsertaannya.
Selain itu, Indonesia berhasil meraih 311 penghargaan internasional dalam dua tahun terakhir.
“Kelima perkembangan ini menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia memiliki fondasi yang semakin kuat dan peluang pertumbuhan yang luas,” kata Menteri Pariwisata.
Untuk menjawab kebutuhan pasar global, Kementerian Pariwisata terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan memperluas kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional.
Pada periode Juli 2024–Juli 2027, sebanyak 1.021 mahasiswa Poltekpar tercatat mengikuti program magang di luar negeri, setara 14,36 persen dari total mahasiswa magang.
Lulusan Poltekpar juga semakin berkiprah di tingkat internasional, salah satunya melalui Program Apprentissage Restauration Indonésie France (ARIF) di Prancis, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis, Institut Français d’Indonésie, dan CFA Poitiers.
Sebanyak lima mahasiswa dari Poltekpar Bali dan NHI Bandung terpilih mengikuti program pendidikan dan magang industri selama dua tahun di Prancis.
Di tengah terbukanya peluang karier global, Menteri Pariwisata Widiyanti mengingatkan para lulusan agar tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.
Filosofi Tri Hita Karana di Bali, yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, menjadi landasan penting bagi pembangunan pariwisata yang selaras dengan kelestarian lingkungan dan budaya.
“Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada wisudawan dan wisudawati Politeknik Pariwisata Bali, termasuk para lulusan perdana Program RPL. Ingatlah, keberhasilan tidak hanya diukur dari seberapa tinggi posisi yang diraih, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat saudara hadirkan bagi masyarakat,” ucap Menteri Pariwisata.











