Ia mengatakan, peningkatan kualitas layanan juga tercermin dari hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 97,5 persen.
Gubernur Pramono juga menyoroti peningkatan posisi Jakarta dalam peringkat kota dunia. Berdasarkan rilis Oxford Economic, posisi Jakarta naik dari peringkat 287 pada 2024 menjadi 140 dari 1.000 kota dunia pada 2026.
“Tentunya, di Indonesia, Jakarta nomor satu. Nomor dua adalah Surabaya di ranking 308, Medan di 371 dan Bandung di 409. Salah satu penilaian utamanya ada transportasi publik,” katanya.
“Pemprov DKI terus memperkuat konektivitas untuk mewujudkan Jakarta yang terhubung. Salah satunya LRT Jakarta yang ke depan akan terus dikembangkan untuk memperluas jaringan transportasi massal hingga kawasan strategis seperti Dukuh Atas,” terangnya.
Selain memperluas jaringan, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan perluasan penerima manfaat Kartu Layanan Gratis (KLG) dari 15 menjadi 21 golongan mulai 1 Januari 2027. Seiring kebijakan tersebut, Pemprov DKI akan melakukan penyesuaian tarif pada sejumlah layanan transportasi publik, termasuk TransJakarta dan Transjabodetabek.
Gubernur Pramono juga menyampaikan rencana pengelolaan transportasi laut di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu secara profesional melalui PT TransJakarta, tidak lagi berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
“Saya yakin, pasti akan terkelola dengan baik,” tegasnya.
Di sisi pelayanan, Gubernur Pramono menekankan pentingnya perubahan budaya kerja di lingkungan Dinas Perhubungan agar semakin humanis tanpa mengurangi ketertiban dan ketegasan.
“Sekarang saya melihat, Dinas Perhubungan DKI telah berubah menjadi lebih humanis. Saya menaruh harapan kepada saudara kalian, merubah wajah menjadi lebih humanis tetapi tidak kehilangan ketertiban dan ketegasannya,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan layanan transportasi, termasuk pengaturan mobilitas penonton konser di Jakarta International Stadium (JIS).
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, mengatakan peringatan tahun ini mengusung tajuk “Harmoni Transportasi Jakarta” yang menekankan keselarasan antarmoda dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Transportasi yang baik tidak mungkin dibangun oleh satu pihak saja. Ia lahir dari kolaborasi pemerintah, operator, aplikator, dunia usaha, komunitas, dan warga,” ujar Budi.
Budi menambahkan, transformasi Dinas Perhubungan juga diwujudkan melalui penguatan nilai integritas, kepedulian, profesionalisme, kesigapan, dan sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat














