Hadiri Festival Sarendo-Rendo, Wagub DKI Rano Karno Ajak Warga Meriahkan Pawai Budaya Nusantara di Bundaran HI

SemestaPost, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengajak masyarakat memeriahkan Pawai Budaya Nusantara di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (18/10). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Kebudayaan Nasional tersebut akan menampilkan beragam kesenian daerah serta melibatkan para raja dan sultan dari berbagai wilayah Nusantara.

Ajakan itu disampaikan Wagub Rano saat menghadiri Malam Festival Sarendo-Rendo di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10). Festival yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini menjadi ruang pelestarian budaya Betawi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman Jakarta.

“Malam ini, dalam rangka peringatan Hari Kebudayaan Nasional, kita menyelenggarakan sebuah tradisi kebudayaan yang secara historis dikenal oleh masyarakat sebagai Srengseng Rendeh. Makna dasar dari Srengseng Rendeh atau Sarendo-Rendo ini adalah manifestasi dari kebersamaan warga yang berkumpul secara kompak dan penuh semangat,” ujar Wagub Rano.

Menurutnya, semangat Sarendo-Rendo mencerminkan karakter Jakarta sebagai kota yang terbuka terhadap keberagaman, tetapi tetap menjaga identitas budaya Betawi. Nilai kebersamaan tersebut perlu terus diperkuat seiring perkembangan Jakarta menuju kota global.

Festival Sarendo-Rendo menghadirkan pertunjukan kesenian Betawi, bazar kuliner tradisional, permainan rakyat, pemutaran film edukasi kebudayaan, serta penghargaan bagi sanggar seni musik dan tari. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan memperluas ruang ekspresi budaya sekaligus memperkenalkan warisan tradisi kepada generasi muda.

“Kegiatan ini tidak sekadar menyajikan hiburan bagi publik, melainkan menjadi instrumen penting dalam pelestarian dan regenerasi kebudayaan. Melalui pergelaran seni, promosi kuliner tradisional, serta pemberian penghargaan kepada para penggiat sanggar, kita memastikan warisan budaya tetap terjaga secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Wagub Rano menambahkan, pelestarian budaya juga perlu berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Melalui penyediaan ruang bagi pertunjukan seni, kuliner, dan kerajinan tradisional, kegiatan kebudayaan diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi pelaku seni, UMKM, dan masyarakat.

“Langkah pelestarian budaya wajib berjalan secara beriringan dengan akselerasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Berbagai ekspresi seni, seni pertunjukan, kuliner, serta kerajinan tangan harus terus diberikan fasilitas agar mampu menciptakan pilar pertumbuhan ekonomi bagi para pelaku seni dan warga,” jelasnya.

Rangkaian peringatan Hari Kebudayaan Nasional berlanjut pada Minggu (18/10) melalui Pawai Budaya Nusantara di kawasan Bundaran HI. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB tersebut akan menghadirkan karnaval budaya, pertunjukan marching band, atraksi pencak silat, tari massal, serta parade kebudayaan dari berbagai daerah.

Pawai tersebut juga direncanakan melibatkan sekitar 100 raja dan sultan dari berbagai wilayah Indonesia yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Kehadiran para tokoh adat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada masyarakat Jakarta.

“Para raja dan sultan se-Nusantara telah hadir di Jakarta guna berpartisipasi dalam karnaval kebudayaan besok pagi. Kehadiran beliau sekalian menegaskan kedudukan Jakarta sebagai melting pot atau titik temu utama dari keanekaragaman budaya di Indonesia,” tutur Wagub Rano.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov DKI Jakarta berupaya memperluas partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai ruang perjumpaan berbagai tradisi Nusantara.

Wagub Rano pun mengajak masyarakat menikmati rangkaian pertunjukan dan memberikan apresiasi kepada para seniman serta pelaku budaya yang turut menjaga keberlanjutan warisan budaya Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *