
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya pada Sosialisasi Kurasi KEN 2027 yang digelar secara daring, Rabu (19/8/2026), mengatakan pembangunan pariwisata Indonesia ke depan diarahkan pada pariwisata berkualitas, yakni pariwisata yang terus tumbuh dan berdaya saing sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar dan merata bagi masyarakat.
“Pariwisata adalah salah satu motor penggerak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Indonesia. Ketika pariwisata bergerak, ada UMKM yang tumbuh, pekerja seni yang mendapatkan ruang, lapangan kerja yang tercipta, dan ekonomi daerah yang ikut bergerak. Di situlah event memiliki peran yang sangat strategis, ketika event mampu menarik perjalanan wisatawan, menghidupkan destinasi, memperkuat identitas daerah, sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat,” kata Menpar Widiyanti.
Pada KEN 2026, Kementerian Pariwisata mendukung 125 event daerah yang tersebar di 38 provinsi. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 36 event telah selesai dilaksanakan, dua event masih berlangsung, sedangkan 87 event lainnya dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun.
Dari 36 event yang telah selesai dilaksanakan, sebanyak 23 event telah dikaji dampaknya. Hasil kajian mencatat total pengunjung mencapai 1,34 juta orang dengan nilai transaksi ekonomi langsung sekitar Rp90,53 miliar. Penyelenggaraan event tersebut juga melibatkan sekitar 10 ribu UMKM dan 23,5 ribu pekerja seni, serta membuka lebih dari 20 ribu lapangan kerja.
.jpeg)
Sementara itu, sepanjang 2025, penyelenggaraan event yang tergabung dalam KEN memberikan dampak ekonomi mencapai Rp13,76 triliun.
“Jadi bagi saya, KEN bukan hanya menghadirkan kalender event. KEN adalah tentang bagaimana kekuatan dan kreativitas daerah kita dorong menjadi kekuatan pariwisata dan ekonomi Indonesia,” kata Menpar.
Semangat tersebut terus diperkuat Kementerian Pariwisata melalui KEN 2027. Proses kurasi diharapkan menjadi kesempatan bersama untuk meningkatkan kualitas event, mulai dari kekuatan konsep, keunikan daerah, kualitas penyelenggaraan dan pengalaman wisatawan, hingga aspek keselamatan, keberlanjutan, serta dampaknya bagi masyarakat.
Karisma Event Nusantara tidak sekadar menghadirkan event sebagai daya tarik bagi wisatawan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian budaya dan lingkungan.
.jpeg)
Menpar mengajak pemerintah daerah mempersiapkan event unggulan dengan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan serta memanfaatkan proses kurasi dan pendampingan KEN 2027 sebagai ruang untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan event.
“Saya berharap dari proses KEN 2027 akan lahir semakin banyak event yang semakin kuat identitasnya, berkualitas penyelenggaraannya, dan nyata dampaknya bagi masyarakat. Mari kita terus bangun event Indonesia yang tumbuh dari kekuatan daerah, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di mata dunia,” kata Menpar.
Tahapan kurasi KEN 2027 akan dimulai dengan pendaftaran pada 24 Agustus hingga 25 September 2026 melalui dashboard Event by Indonesia. Selanjutnya, seleksi administrasi dan konten akan berlangsung pada 1–2 Oktober 2026, seleksi wawancara pada 3–13 November 2026, rapat pleno pada 1 Desember 2026, dan pengumuman hasil kurasi pada Januari 2027.
Kurasi akan dilakukan oleh tim yang terdiri atas unsur Kementerian Pariwisata dan kurator independen. Penilaian terbagi dalam lima komponen, yakni ide dan inovasi sebesar 20 persen, pemasaran dan strategi komunikasi 20 persen, manajemen kegiatan 25 persen, manajemen keuangan 20 persen, serta analisis dampak 15 persen.
.jpeg)
“Proses kurasi dilakukan dengan kurator yang independen dan profesional untuk menggali event-event yang berkualitas tinggi, mampu mendatangkan wisatawan, mempromosikan pariwisata, dan memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan secara berkelanjutan,” ucap Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata Hafiz Agung Rifai.
Hafiz mengatakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mendapatkan perhatian khusus dalam pelaksanaan sosialisasi KEN 2027. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan masing-masing daerah menyusul bencana yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
“Mengingat beberapa wilayah di NTT baru saja terdampak bencana dan saat ini masih dalam tahap penanganan dan pemulihan,” tutur Hafiz.











