Pemprov DKI Jakarta menghimpun masukan warga melalui berbagai saluran, mulai dari media massa, media sosial, kanal pengaduan publik, aplikasi JAKI, hingga forum partisipasi masyarakat. Informasi tersebut digunakan untuk memetakan persoalan, mengevaluasi pelayanan, dan menyempurnakan kebijakan daerah.
Menurut Gubernur Pramono, pemanfaatan data harus diikuti keterbukaan dan kecepatan pemerintah dalam menindaklanjuti persoalan warga. Hal itu menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik.
“Dalam pandangan saya, kebijakan publik yang efektif juga sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat (public trust). Saya meyakini bahwa kepercayaan itu terbangun ketika warga melihat pemerintahnya hadir secara transparan, responsif, dan berdedikasi penuh dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi,” tegasnya.
Ia menyambut baik penyelenggaraan konferensi WAPOR Asia Pasifik di Jakarta. Balai Kota Jakarta, menurutnya, terbuka menjadi ruang pertemuan dan pertukaran gagasan berskala internasional.
“WAPOR Asia Pacific 9th Annual Conference 2026 sebagai forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi opini publik dari berbagai negara. Tentunya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merasa bersyukur acara ini diadakan di Jakarta. Saya terbuka jika instansi mau menggunakan Balai Kota untuk acara-acara konferensi internasional seperti ini,” paparnya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia sekaligus Ketua Penyelenggara, Philips J. Vermonte, mengatakan penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah mencerminkan posisi strategisnya sebagai salah satu negara demokrasi terbesar.
“WAPOR Asia Pasifik menyelenggarakan konferensinya sejak 9 tahun lalu, dan tahun lalu Faculty of Islamic Studies of Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) diminta menjadi host karena negara sebesar Indonesia sangat penting menjadi tuan rumah pertemuan tahunan ini. Mudah-mudahan ini menjadi sumbangan bagi Indonesia yang opini publiknya semakin kuat, di mana opini publik menjadi bagian penting dari proses politik dan kebijakan,” terangnya.
Sementara itu, Rektor UIII, Prof. Jamhari Makruf, menekankan pentingnya penguatan metodologi agar riset opini publik dapat dipercaya dan menjadi rujukan bagi masyarakat maupun pembuat kebijakan.
“Riset yang baik harus berbasis pada tradisi akademik yang baik. Kita berharap survei-survei di Indonesia sound secara metodologi sehingga bisa diterima dengan baik oleh semua pihak. Ini langkah penting agar survei di Indonesia dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk menilai pemerintah, sekaligus bagi pengambil kebijakan sebagai suara rakyat yang perlu didengar berdasarkan landasan metodologi dan teoritis yang kuat,” jelasnya.
“Sebagai mitra penyelenggara, PERSEPI memberikan PERSEPI Media Award kepada media di Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang dalam menggunakan dan mengembangkan riset, khususnya riset opini publik, baik dalam pemberitaan maupun analisis isu sosial-politik dan isu umum lainnya,” kata Djayadi














