Ia berharap perpustakaan tersebut menjadi ruang publik yang mendukung kegiatan belajar, penelusuran informasi, penelitian, serta pengembangan wawasan masyarakat.
Berbagai fasilitas juga tersedia, antara lain ruang baca, area belajar dan bekerja, Serambi Jakarta, Serambi Nada, Ruang Lokakarya, Aula Gemar Baca, bilik privat, bilik diskusi, bilik multimedia, kios katalog, loker, Aksa Rasa, serta layanan sirkulasi, penelusuran informasi, dan bimbingan pemustaka.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembukaan kembali perpustakaan tersebut. Menurutnya, peresmian Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang menjadi langkah penting untuk memperkuat infrastruktur pengetahuan di Jakarta.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi semua pihak sehingga Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang dapat kembali dibuka. Semoga perpustakaan ini menjadi ruang baru untuk mengembangkan kecakapan literasi masyarakat yang kita bangun bersama,” kata Nasruddin.
Dengan dibukanya kembali Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang kolaborasi bersama mitra strategis, mulai dari penerbit, komunitas, penulis, pegiat literasi, peneliti, hingga institusi pendidikan.
Perpustakaan ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang komunal yang inklusif untuk memperkuat budaya literasi, melestarikan karya, dan mendorong kolaborasi kreatif demi kemajuan Jakarta.














