Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati di tingkat global.
Dalam kesempatan itu, Jumhur Hidayat menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada Raja Charles III.
Mendengar nama Presiden Prabowo, Raja Charles disebut langsung memberikan respons positif.
Raja Charles sangat memuji komitmen seorang Presiden Prabowo dalam memimpin Indonesia dengan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
“Presiden Prabowo itu baik dan sedang berusaha keras menyejahterakan bangsa juga dengan memelihara keanekaragaman hayati di Indonesia,” ujar Raja Charles.
Jumhur juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Raja Charles terhadap berbagai upaya Indonesia dalam menjaga lingkungan hidup.
London Climate Action Week 2026 yang berlangsung pada 22–26 Juni mempertemukan ribuan peserta dari berbagai negara, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, peneliti, hingga anggota parlemen.
Forum tersebut membahas berbagai isu strategis, termasuk pengurangan emisi, transisi energi bersih, pengendalian super polutan, serta pelestarian keanekaragaman hayati.
Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam agenda tersebut mengingat statusnya sebagai salah satu negara dengan kekayaan biodiversitas terbesar di dunia, baik di daratan maupun lautan.
Keduanya memiliki komitmen terhadap perlindungan lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan bumi.
Kepedulian Raja Charles terhadap lingkungan Indonesia telah terjalin sejak lama. Pada 2008, saat masih menyandang gelar Pangeran Wales, ia berkunjung ke Jambi untuk melihat langsung kawasan restorasi ekosistem Hutan Harapan.
Dalam kunjungan tersebut, Raja Charles meninjau upaya pelestarian hutan hujan tropis sekaligus menyoroti persoalan pembalakan liar yang menjadi tantangan bagi kawasan tersebut.
Pengalaman tersebut menunjukkan perhatian langsung Raja Charles terhadap isu lingkungan di negara-negara tropis, termasuk Indonesia.
Kehadiran Jumhur Hidayat dalam Super-pollutant High-level Reception merupakan undangan khusus yang diberikan kepada sejumlah tokoh dan pembuat kebijakan lingkungan dunia.
Dalam forum itu, Jumhur turut berdiskusi mengenai berbagai sumber super polutan, termasuk emisi metana dan karbon hitam yang berasal dari penggunaan energi fosil.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dunia, antara lain Menteri Lingkungan Hidup Inggris Mary Creagh, Menteri Energi dan Iklim Inggris Ed Miliband, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, serta para pemimpin dan pengambil kebijakan dari berbagai negara.











